0

Benarkah Kekuatan Smartcity itu KUNCINYA adalah DATA ?

“Data is not the new oil, but the new soil” adalah ungkapan yang menyatakan bahwa data bukan merupakan sumber daya baru seperti minyak, tetapi lebih seperti tanah yang dapat diolah untuk menghasilkan berbagai macam produk dan manfaat. Tanah dapat digunakan untuk berbagai macam hal, seperti pertanian, pembangunan, dan rekreasi. Begitu pula dengan data, ia dapat digunakan untuk berbagai macam hal, seperti pengambilan keputusan, pengembangan teknologi, dan peningkatan kualitas hidup.

Ungkapan ini menekankan bahwa data adalah sumber daya yang sangat berharga dan dapat digunakan untuk mencapai berbagai tujuan, jika dikelola dan diolah dengan benar. Dalam konteks Smart City, data adalah sumber daya yang sangat penting karena dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tanpa data yang kuat, pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan akan lebih sulit dilakukan dengan baik.

Big data dapat digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi tentang kondisi kota, seperti lalu lintas, cuaca, polusi, dan tingkat kriminalitas. Ini dapat membantu pemerintah kota untuk membuat keputusan yang lebih tepat dan membuat kebijakan yang lebih efektif.

Selain itu, big data juga dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam berbagai bidang, seperti transportasi, pengelolaan sampah, dan pengelolaan energi. Dengan menganalisis data ini, pemerintah kota dapat mengoptimalkan sistem dan proses yang ada untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi.

Jadi, tidak dapat dipungkiri bahwa big data adalah komponen yang sangat penting dalam pengembangan dan pengelolaan smart city. Tanpa big data, smart city tidak akan dapat berfungsi dengan baik dan tidak akan dapat memberikan manfaat yang seharusnya.

3 Hal kunci untuk menghasilkan Kekuatan Data dalam Smartcity

Sensor IoT dapat digunakan untuk mengumpulkan data real-time dari berbagai aspek kota seperti cuaca, lalu lintas, dan kualitas udara. Misalnya, sensor cuaca dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang suhu, kelembaban, dan curah hujan. Sensor lalu lintas dapat digunakan untuk mengumpulkan data tentang volume lalu lintas, kecepatan, dan waktu tempuh. Sensor kualitas udara dapat digunakan untuk mengukur tingkat polusi udara dan menganalisis komposisi gas yang ada di udara. Semua data ini dapat digabungkan dan diolah menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan dan pengembangan kota yang cerdas.

Aplikasi layanan publik yang digunakan oleh warga kota secara intensif dapat memberikan informasi tentang kebutuhan dan preferensi masyarakat. Misalnya, aplikasi antrian semua layanan publik, aplikasi SOS, keluhan warga, absen digital semua sekolah, visitor management, parkir berbasis aplikasi, marketplace lokal,  layanan transportasi umum dapat mengumpulkan data tentang jadwal kedatangan bus, jalur bus yang paling sering digunakan, dan waktu tempuh. Aplikasi layanan pembuangan sampah dapat mengumpulkan data tentang waktu pembuangan sampah, jenis sampah yang dibuang, dan volume sampah. Selain itu, aplikasi layanan publik yang menggunakan face sebagai ID dapat mempermudah akses layanan publik.

Kamera video surveillance dapat digunakan untuk memantau keamanan dan menganalisis pola lalu lintas. Data yang dihasilkan dari kamera video surveillance dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola lalu lintas yang umum, mengidentifikasi area yang rawan kecelakaan, dan mengidentifikasi aktivitas yang tidak sah.

Secara keseluruhan, data yang dihasilkan dari sensor IoT, aplikasi layanan publik, dan kamera video surveillance dapat digabungkan dan diolah menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan dan pengembangan kota yang cerdas. Namun, penting untuk diingat bahwa privasi dan perlindungan data pribadi harus diperhatikan dan dijaga agar tidak merugikan masyarakat.

Visit : Smart Public Service Plarform
https://isn-speed.com/products/SpeedQ/